Sabtu, 02 Februari 2013

Selamat Ulang Tahun



Dengan caramu mengagungkan momentum, kamu membuatku ikut percaya betapa sakralnya tanggal 14 februari atau tiupan terompet tahun baru yang harus tepat jatuh pada pukul 00.00. kamu membuatku percaya ada poin tambahan jika memperlakukan hidup seperti arena balap lari. namun imanku pada area itu luruh dalam satu malam karena kegagalanmu mencapai garis finish. Lihatlah detik itu, jarum jam itu, momentum yang tak lagi berarti didetik pertama kamu gagal mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan... lima menit yang lalu...

Aku tidak tahu jenis kemalangan apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba seluler ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan atau keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya bicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal. Atau mungkinkah ini akan menjadi pertanda kiamat kecil yang orang ramai  gunjingkan, tentang lelaki berbaju perempuan, perempuan berbaju lelaki, lelaki bercinta dengan lelaki, perempuan bercinta dengan perempuan, dan kalau mereka mau menengok sejarah manusia ribuan tahun terakhir, tidakkah tanda semacam itu sudah apkir, klise, dan kiamat harus menyiapkan tanda-tanda baru bila masih ingin menjadi hari yang paling di antisipasi, dengan misalnya mengadopsi absurdisitas yang terjadi malam ini? Malam dimana kamu terlambat mengucapkan apa yang harus kamu ucapkan ... satu jam yang lalu...

Satu waktu nanti, saat kamu berhenti percaya manusia bisa punya sayap selain lempeng besi yang didorong mesin jet, saat kamu berhenti percaya hidup lebih bermakna bila ada wasit yang menyalakan aba-aba "1,2, dan 3 " kamu boleh terus percaya bahwa kemarin... besok... lusa... dan hari-hari sesudah itu... aku masih disini. Menunggu kamu mengucapkan apa yang seharusnya kamu ucapkan... berjam-jam yang lalu.

By ; dewi 'dee' lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Numpang Lewat