Wah kembali ke dunia blogging. :D
ada satu hal yang menjadi motivasi kuat "come-back"-nya
saya dalam dunia blogging ini. hal tersebut adalah pengalaman dengan yang luar
biasa dan tak disangka-sangka.
Pasti kita masih ingat tentang film yang pernah menjadi booming di
tahun 2005, film yang diadaptasi dari novel karya Roald Dahl, berkisah
tentang beberapa anak-anak yang terpilih untuk menjadi duta dalam tour
keliling di pabrik coklat. Diperankan oleh Freddie Highmore sebagai charlie,
anak yang mendapatkan 'golden ticket' berkunjung ke pabrik coklat yang dimiliki
oleh miliuner nyentrik yakni Willy Wonka yang diperankan oleh aktor hollywood,
Johnny Depp. Yessess, charlie and the chocolate factory. Dalam kisah ini,
seorang charlie, willy wonka dan pabrik coklat nya menjadi fokus utama dalam
film. sudah terbayang bukan asyikya para anak kecil yang berkunjung ke pabrik
coklat ? yess, mereka sangat menikmati.
Gb. 1. Pemilik
Pabrik coklat, Willy Wonka
Gb. 2. Charlie dan Wonka
Jika pabrik coklat menawarkan sejuta keasyikan, maka menurut opini
saya, tempat yang bakal saya kunjungi ini jauh lebih asyik dari
pabrik coklat milik willy wonka. tempat yang saya kunjungi ini adalah PT. Semen
Indonesia Tbk pabrik Tuban. YES, satu-satunya BUMN (www.semenindonesia.com) yang sudah 'go
international' dengan mengakuisisi Thang-Long Cement di Vietnam bagi saya
merupakan pabrik coklat yang penuh dengan kesenangan didalamnya.
Dikisahkan bahwa charlie mendapatkan 'Golden Ticket" yang
diperoleh dari dalam bungkus coklat, maka saya memeroleh info tentang acara
Wisata Green Industry melalui akun resmi milik PT. Semen Indonesia di jejaring
sosial facebook.
Saya yang berasal dari Kota Gresik sejak anak-anak sudah sangat
akrab dengan nama BUMN ini, karena memang tempat kedudukan dan gedung utama PT.
Semen Indonesia berada Gresik. Ketika masih saat sekolah menengah, PT. Semen
indonesa yang saat itu masih menyandang nama PT. Semen Gresik Tbk, saya
sering menemui suatu kegiatan lingkungan yang digawangi oleh pabrik yang satu
ini. Salah satunya ialah pelestarian danau/telogo ngipik dan peletarian areal
danau/telogo dowo di gresik. Komitmen PT. Semen Indonesia tentang
lingkungan sudah saya kenal sejak dulu dan saya tertarik untuk mengetahui lebih
dalam tentang pabrik ini.
Ibarat mendapatkan durian runtuh, dengan adanya pengumuman wisata
green industry 2014 yang diagendakan mengunjungi areal pabrik tuban serta
agenda diskusi dengan pihak manajemen pabrik membuat saya bergegas untuk
mengisi form pendaftaran yang tersedia. Saya juga sempat memberitahukan info
ini kepada teman-teman di media sosial. Saya merasa gembira dengan respon
cepat melalui e-mail yang dikirimkan pihak panitia penyelenggara sesaat setelah
saya mengirimkan form pendaftaran. Email tersebut berisi pemberitahuan bahwa
form pendaftaran yang saya kirim sudah diterima dan akan diproses lebih lanjut
oleh panitia. Saya merasa bahagia karena mendapat kepastian tentang status
pendaftaran, meskipun menyisakan kekhawatiran karena masih ada seleksi lebih
lanjut.
Jika dalam film dikisahkan charlie mendapatkan pemberitahuan
berupa Golden Ticket, maka saya mendapatkan pemberitahuan yang lebih riil dan
lebih syahdu dari sebuah tiket emas. Yes, SMS atau pesan singkat! Tiada yang
lebih haru selain mendapat jawaban atas sebuah penantian melalui pesan
singkat.
Gb. 3. Ekspresi
ajah saya ketika membaca pesan singkat dari panitia WGI 2014
Dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu setelah pendaftaran,
saya mendapat pesan singkat konfirmasi ulang sebagai peserta Wisata Green
Industry 2014. Bahagia bukan kepalang sudah saya rasakan sejak pertama kali
membaca pesan singkat tersebut, kemudian dengan segera saya memberikan konfirmasi
bahwa saya bisa dan bersedia mengikuti acara. Kabar baik pun saya terima, saya
terdaftar sebagai peserta WGI 2014. Kabar baik lain juga saya terima saat itu,
dua sahabat baik saya mengirim pesan singkat bahwa mereka juga terdaftar
sebagai peserta WGI 2014. Dua sahabat baik itu bernama fitri romadhon dan
aldila dwiki himawan. Semakin lengkaplah kebahagiaan saya dengan menerima dua
kabar baik tersebut. Saya berkesempatan mewujudkan 'obsesi' saya dan ditemani
oleh dua sahabat baik saya.
Satu hari menjelang hari-H pelaksanaan WGI, kami sudah menyiapkan
beberapa bekal untuk kemudian kita bawa pada saat acara berlangsung.
Diantaranya adalah topik terbaru tentang semen indonesia yang akan kita
diskusikan pada saat sesi diskusi nanti, kemudian perlengkapan dokumentasi
secara umum yakni kamera dan handycam.
Keesokan harinya saat hari pelaksanaan WGI 2014, dengan berpakaian
rapi dan sopan, kami sengaja berangkat pagi buta dari tempat kos dengan
mengendarai sepeda motor, Ya! pukul 05.00 pagi kami sudah berangkat dari area
Gubeng menuju terminal. Sungguh kami tidak ingin terlambat dan dapat segera
mengikuti acara dengan baik.
Tiba di terminal pukul 05.47 pagi sempat membuat kami kebingungan
karena kami tidak mengetahui lokasi spesifik penjemputan kegiatan WGI dan
ditambah lagi terminal masih terlihat sepi. Kami sudah berinisiasi menelepon
panitia, namun tidak ada jawaban. Maka, tanpa ba-bi-bu kami bertanya tentang
lokasi penjemputan kegiatan WGI pada tiga orang petugas resmi dari terminal dan
ketiga orang tersebut mempunyai tiga jawaban yang berbeda pula tentang lokasi
penjemputan. Alhasil, secara tidak langsung kami dibuat jogging mengelilingi
terminal. hehehe. Hingga pada akhirnya kami terduduk kelelahan di area shuttle
bus juanda-bungurasih.
Kami mencoba menelepon panitia acara sekali lagi, dan telepon kami
diangkat!. Lagi-lagi kami merasakan pemberitahuan yang lebih haru dan syahdu
daripada golden ticket dari pabrik coklat Willy Wonka.
Panitia menjawab bahwa saat ini dia sedang berada di terminal
bagian kedatangan. Kami bergegas menuju lokasi panitia. akhirnya kami bisa
bernafas lega setelah berhasil menemui panitia penanggungjawab pemberangkatan
bungurasih. Kami bertiga adalah peserta pertama yang menemui panitia di pagi
itu. Peserta WGI lain berdatangan setelah beberapa menit kemudian.
Alkisah dalam film, charlie dijemput dengan menggunakan bus super
canggih milik willy wonka. Kami juga merasakan hal yang sama, bus resmi milik
PT. Semen Indonesia terlihat memasuki terminal.
Sesaat bus telah terparkir di terminal, kami bergegas menuju bus.
Disana sudah terdapat beberapa panitia lain yang sudah menyiapkan 'amunisi'
untuk menyemarakkan acara WGI 2014. Amunisi tersebut diantaranya adalah Kaos
merah menyala bertuliskan Wisata Green Industry, nametag, dan the last but not
least, sekotak sarapan. Agaknya para panitia mengetahui bahwa kami sangat
membutuhkan asupan gizi setelah jogging keliling terminal.
Setelah registrasi, kami segera naik bus dan kami memilih duduk di
bagian tengah, Selama kurang lebih satu jam, kami tiba di lokasi pertama, yakni
UKM binaan PT. Semen Indonesia. UKM ini memiliki produk kreatif berupa ragam
tas dan pernak-pernik yang diproduksi secara padat karya. Saya dan para peserta
WGI 2014 antusias mendokumentasikan keberadaan UKM ini. Kami mendapat
kesempatan untuk berdiskusi dengan beberapa pengrajin yang saat itu sedang melaksanakan
kegiatan produksi. Produk yang berkualitas dan sistem kerja padat karya mungkin
menjadi alasan utama ukm ini menjadi salah satu ukm yang beruntung menjadi
binaan PT. Semen Indonesia.
Gb.4. Saya dan Aldila Berfoto di
Areal Pabrik Tuban
Selama kurang lebih satu jam kami melanjutkan perjalanan menuju
areal pabrik tuban. Selama perjalanan, peserta didampingi oleh sepasang duta
wisata. Satu pria wakil dari kabupaten gresik dan satu wanita wakil dari
kabupaten tuban. Meskipun agak canggung, kehadiran mereka setidaknya berhasil
membuat suasana didalam bus menjadi meriah.
Here it this, the show is begin. Selama kurang lebih perjalanan
selama dua jam, kami tiba di areal pabrik tuban. Kami disambut oleh beberapa
panitia yang agaknya adalah pegawai dari PT. Semen Indonesia sendiri. Dengan
masih menggunakan seragam pabrik full safety dan nametag, Mereka menaiki bus
dengan membawa dua lusin helm keselamatan. Helm tersebut dibagikan satu-satu
kepada masing masing peserta. Salah satu karyawan menjadi tour guide dan
membuka aksinya dengan sebuah kalimat “Keselamatan adalah kebudayaan kami”.
Lantas dia mengajarkan bagaimana teknis tour dalam pabrik yang akan berlangsung.
Ibarat anak-anak kecil dalam film yang terkesima sesaat setalah
memasuki areal pabrik coklat. Maka kami merasakan hal yang sama ketika bus kami
perlahan melaju menuju areal penambangan clay. Clay atau lempung adalah salah
satu material utama dalam proses
produksi semen. Sepanjang perjalanan menuju areal penambangan clay, kami
disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, seperti tidak ada aktivitas
eksplorasi.
Pohon-pohon rindang nampak memayungi sepanjang jalan, sawah yang hijau, juga danau yang terlihat
terawat menjadi sumber air, serta beberapa warga sekitar yang sedang melaksanakan
kegiatan pengairan ke sawah-sawah sepanjang jalan tambang. Sungguh jauh dari
kesan “tambang”.
Baru-baru kami sadar bahwa pemandangan alam yang indah tadi salah
satunya ialah diakarenakan “sentuhan tangan” PT. Semen Indonesia. Pada awal
tahun 1991, PT. Semen Indonesia mulai menyentuh area di Desa Sumberarum,
Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Daerah yang mayoritas berupa batuan kapur
mengakibatkan kondisi alam tampak gersang dan kering. Namun, dibalik kondisi
kering dan gersang tersebut, terdapat potensi kemakmuran yang tersembunyi dan
menunggu untuk diolah untuk kesejahteraan negeri.
Yess, Kaya akan material batuan kapur dan lempung yang merupakan
bahan utama produk semen menjadikan area Desa Sumberarum menjadi “The Hidden
Treasure”. PT. Semen Indonesia yang saat itu masih menggunakan PT. Semen
Gresik, jeli melihat potensi yang tersaji itu.
Bagaikan seorang ayah yang mengetahui potensi dan memaksimalkan bakat
anak-anaknya, PT. Semen Gresik memilih
untuk mengolah area tersebut dengan mendirikan pabrik disana. Meskipun sedikit
menuai kecaman dan kekhawatiran dari penduduk setempat, seiring waktu PT. Semen Indonesia mampu menunjukkan bukti
nyata bahwa pembangunan pabrik adalah tidak lain dan tidak bukan hanya untuk
kesejahteraan penduduk dan negara.
Setiba di areal penambangan clay, suasana rindang masih kami
rasakan. Pohon trembesi rindang yang tertanam sepanjang jalan berguna sebagai
“penangkap” alami material debu, bekas tambang clay yang dimanfaatkan sebagai
danau tadah hujan dan berfungsi sebagai
sumber pengairan bagi warga, tanaman palawija dan sawah-sawah yang nampak subur
membawa kenyamanan serta kesejahteraan bagi warga.
Komitmen industri ramah lingkungan dan mewujudkan kesejahteraan
berhasil dicapai oleh PT. Semen Indonesia secara nyata, dan bukti tersebut
tersaji lengkap didepan mata kepala kami saat itu. Hamparan hijau, rindang, dan
penuh menfaat bagi penduduk. Sungguh, lagi-lagi, bagaikan orang tua yang
berusaha mengarahkan anaknya untuk kehidupan lebih baik, meskipun menuai
tangisan atau rengekan dari sang anak, kedua orang tua selalu tahu yang terbaik
dan selalu memberi yang terbaik bagi anaknya. Saat ini, arahan tersebut menuai
hasil yang baik , hasil yang dapat disyukuri oleh anak-anaknya.
Beranjak dari lokasi clay, kami menuju pabrik utama, khusunya
divisi produksi dan pengepakan. Sama seperti yang dialami charlie, kami
bagaikan kurcaci-kurcaci kecil diantara mainan para raksasa. Mesin-mesin
produksi dan bangunan pabrik berukuran raksasa terhampar dihadapan kami.
Mesin-mesin berteknologi canggih satu-persatu dijelaskan oleh panitia dalam
tour WGI 2014.
Gb. 5. Berfoto
didepan ‘tabung’penyimpanan semen
Budaya safety first yang disampaikan panitia terwujud nyata di areal
ini. Kami dapat menyaksikan para karyawan menggunakan perlatan ‘tempur’
secara lengkap mulai dari helm
keselamatan, sepatu boots tebal, seragam khusus, dan masker. Perwatan
sarana-prasarana serta inspeksi teratur juga dilaksanakan PT. Semen Indonesia
untuk memastikan tingkat keamanan lokasi bekerja. Bagaikan seorang ibu yang mengetahui
dengan baik dan berusaha melindungi anak-anaknya. PT. Semen Indonesia
benar-benar menerapkan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja dan karyawan yang terlibat dalam
aktivitas pabrik.
Jam menunjukkan pukul 13.00 siang, kami diarahkan panitia menuju
gedung aula PT. Semen Indonesia, sajian luar biasa sudah tertata rapi bagi para
peserta. kami segera menempati meja bundar yang sudah dipersiapkan bagi para
peserta.
Tak lama kemudian, sesi diskusi pun dimulai. Dengan dipandu
moderator, kami memulai diskusi dengan diawali penyampaian materi tentang sejarah, visi dan misi industri PT. Semen
Indonesia sebagai strategic holding company.
Target sebagai produsen semen nomor satu di Asia
Tenggara bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. PT. Semen
Indonesia harus berjibaku menghadapi ‘serangan’ produsen asing untuk menguasai
pasar. Beberapa produsen kenamaan asing telah mampu ‘mencengekeram’ banyak
wilayah tambang bahan baku semen di Indonesia. Memang pada faktanya PT. Semen
Indonesia masih memegang puncak kapasitas produksi semen dalam negeri, namun
invasi yang semakin gencar dari produsen lain membuat BUMN nomor satu ini harus
segera memutar strategi untuk mempertahankan kekayaan Indonesia untuk Indonesia
sekaligus tetap menjadi “raja” industri semen.
Saya boleh berkomentar bahwa PT. Semen Indonesia lebih hebat dari
pabrik coklat fiksi milik Willy Wonka. Meskipun
di film disebutkan bahwa Willy sudah melaksanakan berbagai riset untuk mampu
mendirikan pabriknya itu. Hal itu dibuktikan dengan skema pengembangan pabrik
yang dilaksanakan PT. Semen Indonesia. Skema yang dilaksanakan dan disampaikan
pada peserta WGI 2014 sangatlah
komprehensif dan holistik. Skema dimulai dari survey lokasi, grand desain
pembangunan pabrik, tata kelola pada saat pelaksanaan hingga pada saat pabrik
di non-aktifkan di kemudian hari. Semua informasi tersebut sangat rinci serta
disampaikan dengan visualisasi tiga dimensi yang apik sehingga membuat kami
para peserta WGI 2014 sangat mudah dalam memahami informasi yang disampaikan,
meskipun disisi lain saya sendiri adalah orang awam di bidang industri karen background saya
adalah keuangan. Saya dapat mengambil poin penting sekaligus membuktikan komitmen
PT. Semen Indonesia dalam menjaga keadaan lingkungan dari skema yang
disampaikan.
Dimulai dari tahap sebelum penambangan (pre-mining) diawali dengan
survey lokasi wilayah tambang, PT. Semen Indonesia membuat berbagai jenis pemetaan landskap. Menggunakan
pemetaan yang komprehensif ini bertujuan
agar diharapkan tambang yang dibuka ialah mampu menjadi lokasi tambang menjadi
tepat guna, ramah lingkungan, membawa kebaikan dan meminimalisir dampak buruk
hingga titik terendah. Sepengetahuan saya,secara minimal pemetaan harus
meliputi pemetaan utuh lokasi yang berpotensi sebagai daerah tambang, pemetaan
sumber mata air, pemetaan pemukiman penduduk, pemetaan wilayah konservatis
hutan, pemetaan lokasi aman daerah tambang, hingga pemetaan pengembalian fungsi
lahan pasca tambang. Pemetaan ini dapat bertambah hingga pada tidak terbatas
sampai kemudian dirasa data pemetaan yang didapat sudah dinilai pada titik
maksimal.
Contoh konkrit dari pemetaan ini adalah pada pembangunan pabrik
rembang I dan II yang sedang hangat diperbincangkan di berbagai media. PT.
Semen Indonesia harus mempersempit wilayah tambang dari hak tambang yang
diperoleh dari pemerintah. Penyempitan wilayah tambang ini sengaja dilaksanakan
oleh PT. Semen Indonesia dengan tujuan menghindari wilayah yang menjadi sumber
mata air, wilayah pemukiman penduduk hingga wilayah konservatis di Rembang.
Tak hanya berhenti pada tahap sebelum-penambangan (pre-mining)
seperti diatas, komitmen menjaga ‘hati’ ibu pertiwi ini juga diwujudkan dalam
rencana pada saat penambangan (mining) dan setelah-penambangan (post-mining)
dengan menggunakan reklamasi. Reklamasi adalah upaya buatan pengembalian fungsi
tanah secara alami sebagaimana perannya di alam. Sehingga tanah tidak akan
kehilangan perannya dan mampu menyokong kehidupan diatasnya.
Pertama-tama, pada saat aktivitas penambangan (mining) Semen
Indonesia melaksanakan pertambangan dengan metode kupas lahan bertahap. Wilayah
yang dijadikan tambang tidak akan seluruhnya secara bersamaan dikupas secara
berbarengan, namun penambangan dilaksanakan dengan cara pengupasan sedikit demi
sedikit (bertahap). Kemudian Semenku hanya akan berpindah lahan kupasan hanya
apabila tanah kupasan terdahulu sudah direklamasi terlebih dahulu. Saat lahan pertama ditutup dan berencana pengupasan
lahan kedua, maka lahan pertama akan secara otomatis masuk pada tahap setelah-penambangan
(post-mining). Pada tahap setelah-penambangan ini Semenku sudah menyiapakan
metode untuk mengembalikan fungsi tanah sebagaimana fungsi alamiahnya. Salah satu
cara yang digunakan penanaman pohon mahoni di area lahan setelah-penambangan. Pohon
mahoni sebagai pohon yang kokoh dan perannya yang mampu secara cepat membantu
proses alamiah dalam tanah adalah solusi tepat untuk mengembalikan fungsi
tanah. Jadi dapat dikatakan bahwa ketika
pengupasan tahap lahan kedua dibuka, maka lahan pertama sudah memiliki perannya
sebagai tanah sebagaimana sebelum dilaksanakan aktivitas penambangan. Sehingga kehidupan
disekitar area tambang dapat berkelanjutan.
Contoh konkrit komitmen Semen Indonesia pada saat aktivitas
penambangan (mining) ini tercermin pada aktivitas yang saat ini tengah
berlangsung di Pabrik Tuban. Sebagaimana yang saya ceritakan di awal, mulai
dari wilayah pabrik tuban yang nampak hijau dan sekilas bukan seperti wilayah
pabrik maupun penambangan, pohon trembesi yang memayungi area pabrik dengan
tujuan sebagai upaya penghijauan serta menyerap partikel debu dan polutan, hingga
danau buatan yang berperan sebagai pengairan
bagi sawah-sawah warga sekitar.
Gb. 6 Ski air di
Telogo Ngipik, Gresik
Contoh konrit komitmen Semen Indonesia pada setelah penambangan
(post-mining) ini tercermin melalui Pabrik Gresik. Saya adalah saksi hidup,
saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, saya hidup dekat ‘bertetangga’ dengan
daerah bekas tambang di Gresik. Saya menyaksikan sendiri bahwa komitmen
setelah-penambangan Semenku benar-benar diwujudkan. Dengan binaan Semen Indonesia, area seluas
beberapa hektar bekas tambang clay atau lempung telah beralih fungsi menjadi
daerah Wisata Tirta Telogo Ngipik. Kini bekas tambang itu mampu memberi ‘warna’
tambahan bagi Kota Gresik. Dikelilingi pohon rimbun di area danau menjadikannya
sebagai paru-paru kota yang optimal. Air tenang danau menarik atlet dan Dinas
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik secara rutin melaksanakan latihan olahraga
ski air. Danau yang berkualitas hingga banyak berbagai jenis ikan air tawar yang
hidup di danau telah menarik banyak pengunjung yang ingin memancing atau
sekedar menikmati sore hari di pinggirnya. Selain, area telogo ngipik, terdapat
pula bekas penambangan di desa suci kecamatan manyar, kini setelah disentuh
oleh Semen Indonesia, gunung kapur yang dahulu terkenal tidak bisa ditanami
apa-apa dan tandus, kini menjadi ‘hutan’ mahoni yang rindang dan sejuk. Itulah sedikit
tentang komitmen-komitmen yang saya telah alami dan buktikan sendiri selama WGI
2014.
Gb.7. aktivitas
memancing sore hari di Telogo Ngipik, Gresik
Yah, sudah sore, waktu menunjukkan pukul 18.00 sore, dan tidak
terasa sesi diskusi ini ditutup. Kami sangat terhenyak dengan pemaparan yang
disampaikan Semen Indonesia. Perencanaan, pelaksanaan dan pengembalian fungsi
yang dirancang secara apik dipadu dengan teknologi tinggi membuat kami mampu
terjuan kedalam ‘hati’ Semen Indonesia yang hanya ingin berbakti pada nusa dan
bangsa Indonesia.
Sebelum menutup tulisan ini, saya ingin menyampaikan sesuatu dari apa yang saya tulis. Apa yang saya tulis
inilah yang menjadi bahan renungan bagi kita semua.
Pertama, setelah PT. Semen
Indonesia memeroleh hak penambangan atas suatu wilayah dari pemerintah, Semenku
sangat berhak untuk melaksanakan aktivitas tambang di wilayah yang sudah
menjadi haknya dan bisa saja langsung mengadakan eksplorasi tanpa memerhatikan
aspek-aspek alam. Namun, PT. Semen Indonesia pada tahap sebelum penambangan
(pre-mining) malah memilih bersusah payah melaksanakan berbagai pemetaan yang
ada, justru mempersulit diri mereka sendiri, dan justru menambah beban
pengeluaran mereka sendiri. Kenapa?
Kedua, Semen Indonesia bisa saja melaksanakan sistem pengupasan
lahan secara keseluruhan pada area tambang. Karena pada dasarnya, beban dan keajiban
kontijensi yang ditimbulkan dari metode pengupasan keseluruhan ialah lebih
rendah dari metode pengupasan bertahap. Lalu, mengapa Semenku bersusah payah
siap sedia mengupas lahan secara bertahap serta sigap melaksanakan reklamasi
pada setiap tahapannya? Bukankah beban ini akan mengurangi keuntungan dari
Semen Indonesia?
Ketiga, Semen Indonesia bisa saja meninggalkan area bekas penambangan kemudian hanya dengan ‘seadanya’
merawat bekas tambangnya. Namun, Semenku melaksanakan yang lebih dari itu,
bukan hanya merawat, tapi Semenku berupaya memberikan yang terbaik atas bekas
tambang mereka. Memberikan sesuatu yang bermanfaat semaksimal mungkin layaknya
Wisata Tirta Telogo Ngipik. Tapi buat apa mereka susah-susah membina dan
mengolah bekas tambang mereka hingga saat ini?
Kenapa? Semua itu semata-mata karena Semenku ini hanya ingin yang
terbaik bagi tanah air kita, membawa kemakmuran tanpa harus mengorbankan
keindahan alam yang Tuhan berikan. Semen
Indonesia bukan hanya berorientasi keuntungan atau profit namun juga
pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi Indonesia. Karena Semenku
lahir dari rahim ibu pertiwi, hanya ingin merawat tanpa ada niatan melukai. Terdapat
keselarasan antara komitmen yang disampaikan dan apa yang secara riil dilaksanakan
oleh Semen Indonesia. Sudah sepantasnya kita, sebagai Warga Negara Indonesia
menyambut baik upaya-upaya Semen Indonesia dalam membangun negeri seperti ini.
Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mendukung Semenku agar terus berkiprah
didalam maupun luar negeri. Sudah menjadi kegembiraan bagi kita dengan adanya
Semenku yang menjadi pelopor Green Industry di Indonesia. Serta yang
terpenting, Semen Indonesia tidak ‘omdo’ dalam memberi janji industri ramah
lingkungan, namun juga bukti melalui Pabrik Rembang, Pabrik Tuban dan Pabrik
Gresik. Dan saya membuktikan sendiri.
Simpulan saya hanya satu, PABRIK PT. SEMEN INDONESIA MILIK
INDONESIA JAUH LEBIH KEREN DARI PABRIK COKLAT MILIK WILLY WONKA. Terimakasih
Semenku, tetaplah membangun negeri tanpa henti.

.jpg)
.jpg)


