Senin, 19 Januari 2015

Charlie and The Chocolate Factory-nya Indonesia : Prayogo dan Pabrik Tuban PT. Semen Indonesia (Sekilas Tentang Pengalaman Kinerja CSR dan Komitmen Semen Indonesia Sebagai 'Green Industry')

Wah kembali ke dunia blogging. :D
ada satu hal yang menjadi motivasi kuat "come-back"-nya saya dalam dunia blogging ini. hal tersebut adalah pengalaman dengan yang luar biasa dan tak disangka-sangka. 


Pasti kita masih ingat tentang film yang pernah menjadi booming di tahun 2005, film yang diadaptasi dari novel karya Roald Dahl,   berkisah tentang beberapa anak-anak yang terpilih  untuk menjadi duta dalam tour keliling di pabrik coklat. Diperankan oleh Freddie Highmore sebagai charlie, anak yang mendapatkan 'golden ticket' berkunjung ke pabrik coklat yang dimiliki oleh miliuner nyentrik yakni Willy Wonka yang diperankan oleh aktor hollywood, Johnny Depp.  Yessess, charlie and the chocolate factory. Dalam kisah ini, seorang charlie, willy wonka dan pabrik coklat nya menjadi fokus utama dalam film. sudah terbayang bukan asyikya para anak kecil yang berkunjung ke pabrik coklat ? yess, mereka sangat menikmati. 

Gb. 1. Pemilik Pabrik coklat, Willy Wonka

Dalam pengalaman yang akan saya ceritakan berikut ini jika diibaratkan, maka saya adalah charlie dari Indonesia yang berkesempatan mengunjungi pabrik coklat milik willy wonka tersebut. Sama dengan charlie yang berasal dari keluarga sederhana, saya juga berasal dari keluarga sederhana di Kota Gresik, anak dari seorang bapak buruh pabrik dan ibu terbaik di dunia. Karena ketangguhan ibu dan bapak , serta welas asih dari Tuhan, saya saat ini berkesempatan untuk kuliah di Universitas Airlangga dengan program studi S1 Akuntansi. 

Gb. 2. Charlie dan Wonka

Jika pabrik coklat menawarkan sejuta keasyikan, maka menurut opini saya,  tempat yang bakal  saya kunjungi ini jauh lebih asyik dari pabrik coklat milik willy wonka. tempat yang saya kunjungi ini adalah PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban. YES, satu-satunya BUMN (www.semenindonesia.com) yang sudah 'go international' dengan mengakuisisi Thang-Long Cement di Vietnam bagi saya merupakan pabrik coklat yang penuh dengan kesenangan didalamnya. 

Dikisahkan bahwa charlie mendapatkan 'Golden Ticket" yang diperoleh dari dalam bungkus coklat, maka saya memeroleh info tentang acara Wisata Green Industry melalui akun resmi milik PT. Semen Indonesia di jejaring sosial facebook. 

Saya yang berasal dari Kota Gresik sejak anak-anak sudah sangat akrab dengan nama BUMN ini, karena memang tempat kedudukan dan gedung utama PT. Semen Indonesia berada Gresik. Ketika masih saat sekolah menengah, PT. Semen indonesa yang saat  itu masih menyandang nama PT. Semen Gresik Tbk, saya sering menemui suatu kegiatan lingkungan yang digawangi oleh pabrik yang satu ini. Salah satunya ialah pelestarian danau/telogo ngipik dan peletarian areal danau/telogo dowo  di gresik.  Komitmen PT. Semen Indonesia tentang lingkungan sudah saya kenal sejak dulu dan saya tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang pabrik ini. 

Ibarat mendapatkan durian runtuh, dengan adanya pengumuman wisata green industry 2014 yang diagendakan mengunjungi areal pabrik tuban serta agenda diskusi dengan pihak manajemen pabrik membuat saya bergegas untuk mengisi form pendaftaran yang tersedia. Saya juga sempat memberitahukan info ini kepada teman-teman di media sosial. Saya merasa gembira dengan  respon cepat melalui e-mail yang dikirimkan pihak panitia penyelenggara sesaat setelah saya mengirimkan form pendaftaran. Email tersebut berisi pemberitahuan bahwa form pendaftaran yang saya kirim sudah diterima dan akan diproses lebih lanjut oleh panitia. Saya merasa bahagia karena mendapat kepastian tentang status pendaftaran, meskipun menyisakan kekhawatiran karena masih ada seleksi lebih lanjut.

Jika dalam film dikisahkan charlie mendapatkan pemberitahuan berupa Golden Ticket, maka saya mendapatkan pemberitahuan yang lebih riil dan lebih syahdu dari sebuah tiket emas. Yes, SMS atau pesan singkat! Tiada yang lebih haru selain mendapat jawaban atas sebuah penantian melalui pesan singkat. 


Gb. 3. Ekspresi ajah saya ketika membaca pesan singkat dari panitia WGI 2014

Dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu setelah pendaftaran, saya mendapat pesan singkat konfirmasi ulang sebagai peserta Wisata Green Industry 2014. Bahagia bukan kepalang sudah saya rasakan sejak pertama kali membaca pesan singkat tersebut, kemudian dengan segera saya memberikan konfirmasi bahwa saya bisa dan bersedia mengikuti acara. Kabar baik pun saya terima, saya terdaftar sebagai peserta WGI 2014. Kabar baik lain juga saya terima saat itu, dua sahabat baik saya mengirim pesan singkat bahwa mereka juga terdaftar sebagai peserta WGI 2014. Dua sahabat baik itu bernama fitri romadhon dan aldila dwiki himawan. Semakin lengkaplah kebahagiaan saya dengan menerima dua kabar baik tersebut. Saya berkesempatan mewujudkan 'obsesi' saya dan ditemani oleh dua sahabat baik saya. 

Satu hari menjelang hari-H pelaksanaan WGI, kami sudah menyiapkan beberapa bekal untuk kemudian kita bawa pada saat acara berlangsung. Diantaranya adalah topik terbaru tentang semen indonesia yang akan kita diskusikan pada saat sesi diskusi nanti, kemudian perlengkapan dokumentasi secara umum yakni kamera dan handycam. 

Keesokan harinya saat hari pelaksanaan WGI 2014, dengan berpakaian rapi dan sopan, kami sengaja berangkat pagi buta dari tempat kos dengan mengendarai sepeda motor, Ya! pukul 05.00 pagi kami sudah berangkat dari area Gubeng menuju terminal. Sungguh kami tidak ingin terlambat dan dapat segera mengikuti acara dengan baik.  

Tiba di terminal pukul 05.47 pagi sempat membuat kami kebingungan karena kami tidak mengetahui lokasi spesifik penjemputan kegiatan WGI dan ditambah lagi terminal masih terlihat sepi. Kami sudah berinisiasi menelepon panitia, namun tidak ada jawaban. Maka, tanpa ba-bi-bu kami bertanya tentang lokasi penjemputan kegiatan WGI pada tiga orang petugas resmi dari terminal dan ketiga orang tersebut mempunyai tiga jawaban yang berbeda pula tentang lokasi penjemputan. Alhasil, secara tidak langsung kami dibuat jogging mengelilingi terminal. hehehe. Hingga pada akhirnya kami terduduk kelelahan di area shuttle bus juanda-bungurasih. 

Kami mencoba menelepon panitia acara sekali lagi, dan telepon kami diangkat!. Lagi-lagi kami merasakan pemberitahuan yang lebih haru dan syahdu daripada golden ticket dari pabrik coklat Willy Wonka. 

Panitia menjawab bahwa saat ini dia sedang berada di terminal bagian kedatangan. Kami bergegas menuju lokasi panitia. akhirnya kami bisa bernafas lega setelah berhasil menemui panitia penanggungjawab pemberangkatan bungurasih. Kami bertiga adalah peserta pertama yang menemui panitia di pagi itu. Peserta WGI lain berdatangan setelah beberapa menit kemudian. 

Alkisah dalam film, charlie dijemput dengan menggunakan bus super canggih milik willy wonka. Kami juga merasakan hal yang sama, bus resmi milik PT. Semen Indonesia terlihat memasuki terminal. 

Sesaat bus telah terparkir di terminal, kami bergegas menuju bus. Disana sudah terdapat beberapa panitia lain yang sudah menyiapkan 'amunisi' untuk menyemarakkan acara WGI 2014. Amunisi tersebut diantaranya adalah Kaos merah menyala bertuliskan Wisata Green Industry, nametag, dan the last but not least, sekotak sarapan. Agaknya para panitia mengetahui bahwa kami sangat membutuhkan asupan gizi setelah jogging keliling terminal. 

Setelah registrasi, kami segera naik bus dan kami memilih duduk di bagian tengah, Selama kurang lebih satu jam, kami tiba di lokasi pertama, yakni UKM binaan PT. Semen Indonesia. UKM ini memiliki produk kreatif berupa ragam tas dan pernak-pernik yang diproduksi secara padat karya. Saya dan para peserta WGI 2014 antusias mendokumentasikan keberadaan UKM ini. Kami mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan beberapa pengrajin yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan produksi. Produk yang berkualitas dan sistem kerja padat karya mungkin menjadi alasan utama ukm ini menjadi salah satu ukm yang beruntung menjadi binaan PT. Semen Indonesia.

Gb.4. Saya dan Aldila Berfoto di Areal Pabrik Tuban

Selama kurang lebih satu jam kami melanjutkan perjalanan menuju areal pabrik tuban. Selama perjalanan, peserta didampingi oleh sepasang duta wisata. Satu pria wakil dari kabupaten gresik dan satu wanita wakil dari kabupaten tuban. Meskipun agak canggung, kehadiran mereka setidaknya berhasil membuat suasana didalam bus menjadi meriah.


Here it this, the show is begin. Selama kurang lebih perjalanan selama dua jam, kami tiba di areal pabrik tuban. Kami disambut oleh beberapa panitia yang agaknya adalah pegawai dari PT. Semen Indonesia sendiri. Dengan masih menggunakan seragam pabrik full safety dan nametag, Mereka menaiki bus dengan membawa dua lusin helm keselamatan. Helm tersebut dibagikan satu-satu kepada masing masing peserta. Salah satu karyawan menjadi tour guide dan membuka aksinya dengan sebuah kalimat “Keselamatan adalah kebudayaan kami”. Lantas dia mengajarkan bagaimana teknis tour dalam pabrik  yang akan berlangsung.

Ibarat anak-anak kecil dalam film yang terkesima sesaat setalah memasuki areal pabrik coklat. Maka kami merasakan hal yang sama ketika bus kami perlahan melaju menuju areal penambangan clay. Clay atau lempung adalah salah satu  material utama dalam proses produksi semen. Sepanjang perjalanan menuju areal penambangan clay, kami disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, seperti tidak ada aktivitas eksplorasi.

Pohon-pohon rindang nampak memayungi sepanjang jalan,  sawah yang hijau, juga danau yang terlihat terawat menjadi sumber air, serta beberapa warga sekitar yang sedang melaksanakan kegiatan pengairan ke sawah-sawah sepanjang jalan tambang. Sungguh jauh dari kesan “tambang”.

Baru-baru kami sadar bahwa pemandangan alam yang indah tadi salah satunya ialah diakarenakan “sentuhan tangan” PT. Semen Indonesia. Pada awal tahun 1991, PT. Semen Indonesia mulai menyentuh area di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Daerah yang mayoritas berupa batuan kapur mengakibatkan kondisi alam tampak gersang dan kering. Namun, dibalik kondisi kering dan gersang tersebut, terdapat potensi kemakmuran yang tersembunyi dan menunggu untuk diolah untuk kesejahteraan negeri.

Yess, Kaya akan material batuan kapur dan lempung yang merupakan bahan utama produk semen menjadikan area Desa Sumberarum menjadi “The Hidden Treasure”. PT. Semen Indonesia yang saat itu masih menggunakan PT. Semen Gresik, jeli melihat potensi yang tersaji itu.  Bagaikan seorang ayah yang mengetahui potensi dan memaksimalkan bakat anak-anaknya,  PT. Semen Gresik memilih untuk mengolah area tersebut dengan mendirikan pabrik disana. Meskipun sedikit menuai kecaman dan kekhawatiran dari penduduk setempat, seiring waktu  PT. Semen Indonesia mampu menunjukkan bukti nyata bahwa pembangunan pabrik adalah tidak lain dan tidak bukan hanya untuk kesejahteraan penduduk dan negara.

Setiba di areal penambangan clay, suasana rindang masih kami rasakan. Pohon trembesi rindang yang tertanam sepanjang jalan berguna sebagai “penangkap” alami material debu, bekas tambang clay yang dimanfaatkan sebagai danau tadah hujan  dan berfungsi sebagai sumber pengairan bagi warga, tanaman palawija dan sawah-sawah yang nampak subur membawa kenyamanan serta kesejahteraan bagi warga.

Komitmen industri ramah lingkungan dan mewujudkan kesejahteraan berhasil dicapai oleh PT. Semen Indonesia secara nyata, dan bukti tersebut tersaji lengkap didepan mata kepala kami saat itu. Hamparan hijau, rindang, dan penuh menfaat bagi penduduk. Sungguh, lagi-lagi, bagaikan orang tua yang berusaha mengarahkan anaknya untuk kehidupan lebih baik, meskipun menuai tangisan atau rengekan dari sang anak, kedua orang tua selalu tahu yang terbaik dan selalu memberi yang terbaik bagi anaknya. Saat ini, arahan tersebut menuai hasil yang baik , hasil yang dapat disyukuri oleh anak-anaknya.

Beranjak dari lokasi clay, kami menuju pabrik utama, khusunya divisi produksi dan pengepakan. Sama seperti yang dialami charlie, kami bagaikan kurcaci-kurcaci kecil diantara mainan para raksasa. Mesin-mesin produksi dan bangunan pabrik berukuran raksasa terhampar dihadapan kami. Mesin-mesin berteknologi canggih satu-persatu dijelaskan oleh panitia dalam tour WGI 2014.

Gb. 5. Berfoto didepan ‘tabung’penyimpanan semen

Budaya safety first yang disampaikan panitia terwujud nyata di areal ini. Kami dapat menyaksikan para karyawan menggunakan perlatan ‘tempur’ secara  lengkap mulai dari helm keselamatan, sepatu boots tebal, seragam khusus, dan masker. Perwatan sarana-prasarana serta inspeksi teratur juga dilaksanakan PT. Semen Indonesia untuk memastikan tingkat keamanan lokasi bekerja. Bagaikan seorang ibu yang mengetahui dengan baik dan berusaha melindungi anak-anaknya. PT. Semen Indonesia benar-benar menerapkan keselamatan kerja bagi seluruh  pekerja dan karyawan yang terlibat dalam aktivitas pabrik.

Jam menunjukkan pukul 13.00 siang, kami diarahkan panitia menuju gedung aula PT. Semen Indonesia, sajian luar biasa sudah tertata rapi bagi para peserta. kami segera menempati meja bundar yang sudah dipersiapkan bagi para peserta.

Tak lama kemudian, sesi diskusi pun dimulai. Dengan dipandu moderator, kami memulai diskusi dengan diawali penyampaian materi tentang  sejarah, visi dan misi industri PT. Semen Indonesia sebagai strategic holding company.

Target sebagai produsen semen nomor satu di   Asia  Tenggara bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. PT. Semen Indonesia harus berjibaku menghadapi ‘serangan’ produsen asing untuk menguasai pasar. Beberapa produsen kenamaan asing telah mampu ‘mencengekeram’ banyak wilayah tambang bahan baku semen di Indonesia. Memang pada faktanya PT. Semen Indonesia masih memegang puncak kapasitas produksi semen dalam negeri, namun invasi yang semakin gencar dari produsen lain membuat BUMN nomor satu ini harus segera memutar strategi untuk mempertahankan kekayaan Indonesia untuk Indonesia sekaligus tetap menjadi “raja” industri semen.

Saya boleh berkomentar bahwa PT. Semen Indonesia lebih hebat dari pabrik coklat  fiksi milik Willy Wonka. Meskipun di film disebutkan bahwa Willy sudah melaksanakan berbagai riset untuk mampu mendirikan pabriknya itu. Hal itu dibuktikan dengan skema pengembangan pabrik yang dilaksanakan PT. Semen Indonesia. Skema yang dilaksanakan dan disampaikan pada peserta WGI 2014  sangatlah komprehensif dan holistik. Skema dimulai dari survey lokasi, grand desain pembangunan pabrik, tata kelola pada saat pelaksanaan hingga pada saat pabrik di non-aktifkan di kemudian hari. Semua informasi tersebut sangat rinci serta disampaikan dengan visualisasi tiga dimensi yang apik sehingga membuat kami para peserta WGI 2014 sangat mudah dalam memahami informasi yang disampaikan, meskipun disisi lain saya sendiri adalah orang awam  di bidang industri karen background saya adalah keuangan. Saya dapat mengambil poin penting sekaligus membuktikan komitmen PT. Semen Indonesia dalam menjaga keadaan lingkungan dari skema yang disampaikan.
  

Dimulai dari tahap sebelum penambangan (pre-mining) diawali dengan survey lokasi wilayah tambang, PT. Semen Indonesia  membuat berbagai jenis pemetaan landskap. Menggunakan pemetaan yang komprehensif  ini bertujuan agar diharapkan tambang yang dibuka ialah mampu menjadi lokasi tambang menjadi tepat guna, ramah lingkungan, membawa kebaikan dan meminimalisir dampak buruk hingga titik terendah. Sepengetahuan saya,secara minimal pemetaan harus meliputi pemetaan utuh lokasi yang berpotensi sebagai daerah tambang, pemetaan sumber mata air, pemetaan pemukiman penduduk, pemetaan wilayah konservatis hutan, pemetaan lokasi aman daerah tambang, hingga pemetaan pengembalian fungsi lahan pasca tambang. Pemetaan ini dapat bertambah hingga pada tidak terbatas sampai kemudian dirasa data pemetaan yang didapat sudah dinilai pada titik maksimal.

Contoh konkrit dari pemetaan ini adalah pada pembangunan pabrik rembang I dan II yang sedang hangat diperbincangkan di berbagai media. PT. Semen Indonesia harus mempersempit wilayah tambang dari hak tambang yang diperoleh dari pemerintah. Penyempitan wilayah tambang ini sengaja dilaksanakan oleh PT. Semen Indonesia dengan tujuan menghindari wilayah yang menjadi sumber mata air, wilayah pemukiman penduduk hingga wilayah konservatis di Rembang.


Tak hanya berhenti pada tahap sebelum-penambangan (pre-mining) seperti diatas, komitmen menjaga ‘hati’ ibu pertiwi ini juga diwujudkan dalam rencana pada saat penambangan (mining) dan setelah-penambangan (post-mining) dengan menggunakan reklamasi. Reklamasi adalah upaya buatan pengembalian fungsi tanah secara alami sebagaimana perannya di alam. Sehingga tanah tidak akan kehilangan perannya dan mampu menyokong kehidupan diatasnya.

Pertama-tama, pada saat aktivitas penambangan (mining) Semen Indonesia melaksanakan pertambangan dengan metode kupas lahan bertahap. Wilayah yang dijadikan tambang tidak akan seluruhnya secara bersamaan dikupas secara berbarengan, namun penambangan dilaksanakan dengan cara pengupasan sedikit demi sedikit (bertahap). Kemudian Semenku hanya akan berpindah lahan kupasan hanya apabila tanah kupasan terdahulu sudah direklamasi terlebih dahulu.  Saat lahan pertama ditutup dan berencana pengupasan lahan kedua, maka lahan pertama akan secara otomatis masuk pada tahap setelah-penambangan (post-mining). Pada tahap setelah-penambangan ini Semenku sudah menyiapakan metode untuk mengembalikan fungsi tanah sebagaimana fungsi alamiahnya. Salah satu cara yang digunakan penanaman pohon mahoni di area lahan setelah-penambangan. Pohon mahoni sebagai pohon yang kokoh dan perannya yang mampu secara cepat membantu proses alamiah dalam tanah adalah solusi tepat untuk mengembalikan fungsi tanah.  Jadi dapat dikatakan bahwa ketika pengupasan tahap lahan kedua dibuka, maka lahan pertama sudah memiliki perannya sebagai tanah sebagaimana sebelum dilaksanakan aktivitas penambangan. Sehingga kehidupan disekitar area tambang dapat berkelanjutan.

Contoh konkrit komitmen Semen Indonesia pada saat aktivitas penambangan (mining) ini tercermin pada aktivitas yang saat ini tengah berlangsung di Pabrik Tuban. Sebagaimana yang saya ceritakan di awal, mulai dari wilayah pabrik tuban yang nampak hijau dan sekilas bukan seperti wilayah pabrik maupun penambangan, pohon trembesi yang memayungi area pabrik dengan tujuan sebagai upaya penghijauan serta menyerap partikel debu dan polutan, hingga danau  buatan yang berperan sebagai pengairan bagi sawah-sawah warga sekitar.

Gb. 6 Ski air di Telogo Ngipik, Gresik

Contoh konrit komitmen Semen Indonesia pada setelah penambangan (post-mining) ini tercermin melalui Pabrik Gresik. Saya adalah saksi hidup, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, saya hidup dekat ‘bertetangga’ dengan daerah bekas tambang di Gresik. Saya menyaksikan sendiri bahwa komitmen setelah-penambangan Semenku benar-benar diwujudkan.  Dengan binaan Semen Indonesia, area seluas beberapa hektar bekas tambang clay atau lempung telah beralih fungsi menjadi daerah Wisata Tirta Telogo Ngipik. Kini bekas tambang itu mampu memberi ‘warna’ tambahan bagi Kota Gresik. Dikelilingi pohon rimbun di area danau menjadikannya sebagai paru-paru kota yang optimal. Air tenang danau menarik atlet dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik secara rutin melaksanakan latihan olahraga ski air. Danau yang berkualitas hingga banyak berbagai jenis ikan air tawar yang hidup di danau telah menarik banyak pengunjung yang ingin memancing atau sekedar menikmati sore hari di pinggirnya. Selain, area telogo ngipik, terdapat pula bekas penambangan di desa suci kecamatan manyar, kini setelah disentuh oleh Semen Indonesia, gunung kapur yang dahulu terkenal tidak bisa ditanami apa-apa dan tandus, kini menjadi ‘hutan’ mahoni yang rindang dan sejuk. Itulah sedikit tentang komitmen-komitmen yang saya telah alami dan buktikan sendiri selama WGI 2014.

Gb.7. aktivitas memancing sore hari di Telogo Ngipik, Gresik

Yah, sudah sore, waktu menunjukkan pukul 18.00 sore, dan tidak terasa sesi diskusi ini ditutup. Kami sangat terhenyak dengan pemaparan yang disampaikan Semen Indonesia. Perencanaan, pelaksanaan dan pengembalian fungsi yang dirancang secara apik dipadu dengan teknologi tinggi membuat kami mampu terjuan kedalam ‘hati’ Semen Indonesia yang hanya ingin berbakti pada nusa dan bangsa Indonesia.

Sebelum menutup tulisan ini, saya ingin menyampaikan sesuatu  dari apa yang saya tulis. Apa yang saya tulis inilah yang menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Pertama,  setelah PT. Semen Indonesia memeroleh hak penambangan atas suatu wilayah dari pemerintah, Semenku sangat berhak untuk melaksanakan aktivitas tambang di wilayah yang sudah menjadi haknya dan bisa saja langsung mengadakan eksplorasi tanpa memerhatikan aspek-aspek alam. Namun, PT. Semen Indonesia pada tahap sebelum penambangan (pre-mining) malah memilih bersusah payah melaksanakan berbagai pemetaan yang ada, justru mempersulit diri mereka sendiri, dan justru menambah beban pengeluaran mereka sendiri.  Kenapa?

Kedua, Semen Indonesia bisa saja melaksanakan sistem pengupasan lahan secara keseluruhan pada area tambang. Karena pada dasarnya, beban dan keajiban kontijensi yang ditimbulkan dari metode pengupasan keseluruhan ialah lebih rendah dari metode pengupasan bertahap. Lalu, mengapa Semenku bersusah payah siap sedia mengupas lahan secara bertahap serta sigap melaksanakan reklamasi pada setiap tahapannya? Bukankah beban ini akan mengurangi keuntungan dari Semen Indonesia?

Ketiga, Semen Indonesia bisa saja meninggalkan  area bekas penambangan kemudian hanya dengan ‘seadanya’ merawat bekas tambangnya. Namun, Semenku melaksanakan yang lebih dari itu, bukan hanya merawat, tapi Semenku berupaya memberikan yang terbaik atas bekas tambang mereka. Memberikan sesuatu yang bermanfaat semaksimal mungkin layaknya Wisata Tirta Telogo Ngipik. Tapi buat apa mereka susah-susah membina dan mengolah bekas tambang mereka hingga saat ini?

Kenapa? Semua itu semata-mata karena Semenku ini hanya ingin yang terbaik bagi tanah air kita, membawa kemakmuran tanpa harus mengorbankan keindahan alam yang Tuhan berikan.  Semen Indonesia bukan hanya berorientasi keuntungan atau profit namun juga pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi Indonesia. Karena Semenku lahir dari rahim ibu pertiwi, hanya ingin merawat tanpa ada niatan melukai. Terdapat keselarasan antara komitmen yang disampaikan dan apa yang secara riil dilaksanakan oleh Semen Indonesia. Sudah sepantasnya kita, sebagai Warga Negara Indonesia menyambut baik upaya-upaya Semen Indonesia dalam membangun negeri seperti ini. Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mendukung Semenku agar terus berkiprah didalam maupun luar negeri. Sudah menjadi kegembiraan bagi kita dengan adanya Semenku yang menjadi pelopor Green Industry di Indonesia. Serta yang terpenting, Semen Indonesia tidak ‘omdo’ dalam memberi janji industri ramah lingkungan, namun juga bukti melalui Pabrik Rembang, Pabrik Tuban dan Pabrik Gresik. Dan saya membuktikan sendiri.

Simpulan saya hanya satu, PABRIK PT. SEMEN INDONESIA MILIK INDONESIA JAUH LEBIH KEREN DARI PABRIK COKLAT MILIK WILLY WONKA. Terimakasih Semenku, tetaplah membangun negeri tanpa henti.












Jumat, 02 Agustus 2013

Peluk


Hati adalah air. aku lantas menyimpulkan. Baru mengalir  jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Ada gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh hati diumpamakan air terjun, maka bersamamu aku sudah merasakan terjun, jumpalitan, lompat indah. Berkali-kali. Namun kanal hidup membawa aliran itu ke sebuah tempat datar  dan hatiku berhenti mengalir. Siapa yang mengatur itu? Aku pun tak tahu. Barangkali kita berdua, tanpa kita sadari. Barangkali hidup itu sendiri sehingga sia-sia menyalahkan siapa-siapa.

aku ingin mengalir. Hatiku belum mau mati. Aliran ini harus kembali memecah dua agar kita sama-sama bergerak. Sebelum akhirnya kita terlalu jengah dan pisah dalam amarah

Kamis, 18 Juli 2013

Aku Ada


Pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa.  Bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa. karena kini kumiliki segalanya.

Kupandangi langkahmu yang ringan  dan tampak seperti melayang. Engkau tak seperti orang yang berjalan diatas pasir, yang kebanyakan tampak berat dan canggung.  Barangkali telah ratusan kali kau  lakukan itu, menyendiri di tepi pantai, menyusuri garisnya seperti merunut urat laut. Tapak kakimu sudah terbiasa bersahabat dengan pasir yang kadang menggembung dan kadang mengempis dimainkan napas ombak.

Matamu mencari bola merah yang disembunyikan arakan awan mendung. Sesekali kau buang pandangan ke arah lain, sekadar meyakinkan  kau tak sendiri di dunia ini, karena seringnya kau berharap demikian. Sesekali pula kau buang pandangan ke belahan langit di bahu kananmu, yang berwarna-warni  antara ungu, biru, dan abu yang menggetarkanmu sama hebatnya dengan bola merah yang kautelisik  sejak tadi.

Pesan itu akan tiba padamu, batinku.  Namun entah dengan cara apa.

Seseorang tampak lari menyusulmu, meneriakkan namamu keras-keras hingga kau tak punya pilihan lain selain menoleh. Seketika wajahmu berubah, rona yang kuhafal dan tak kusangka akan kembali lagi. Aku ingin meneriakkan bahagia ini, tapi entah dengan cara apa. Perlahan kulihat awan mendung bergeser, menyeruakkan mentari yang kaucari. Dan kulihat engkau makin berseri. Senjamu kian sempurna. Dia, yang kaucinta tampak berkilau disiram cahaya jingga.

Kalian berdua menghambur, mendekap erat satu sama lain hingga kakimu melayang di udara . Rasa hangat ketika dua tubuh bertemu, rasa lengkap ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika kedua pasang mata menatap. Aku merasakannya.  entah mengapa aku bisa.

Lelaki itu bertanya, kapan engkau pulang. Ia sudah menyiapkan makan malam, lengkap dengan lilin aromaterapi dan servis relaksasi melalui jemarinya yang apik. Matamu berbinar, memantulkan semburat jingga di langit dan semburat cinta  di langit hatimu. Namun kepalamu menggeleng dan kau berkata : sebentar lagi. Kau masih ingin disana menunggu hingga senja tamat ditutup malam. Lelaki itu mengangguk mantap. Ia tahu kemana hatimu berlabuh , dan kemana hatimu sesekali berlayar.  Ia menengadah   ke atas untuk menemukan bulan pucat  yang sejenak lagi  benderang dan menyinari langkahmu pulang. Ia lalu berbalik setelah mengecupmu di kening.

Kau menunggu punggungnya kabur dari pandangan sebelum kembali melanjutkan langkah-langkahmu diatas pasir.  Perjalananmu dibatas dua dunia. Cerah senja di  kiri  dan redup malam di kanan.  Dan aku memandangi sapuan ombak yang menghapus segala jejak , kecuali milikmu. Karena tinggal kau yang tersu melangkah. Tak ada jejakku di sampingmu.  Tak ada siapa-siapa. Namun aku merasa kita melangkah bersama. Entah bagaimana bisa begitu.

Sudah jarang kulihat kau menangis, tapi matamu terus bertanya. Bahasaku yang cuma tinggal rasa susah melekat pada kata., tapi aku tahu apa yang kautanya, dan aku tau apa jawabannya . Tinggal cara yang menjaga rahasia.

Di titik yang  selalu sama, tempat karang kecil yang menggunduk sedemikian rupa hingga pas diduduki  satu orang saja, langkahmu berhenti. Kau duduk menghadap lautan, menatap gumpalan-gumpalan awan yang seolah disedot horizon. Napasmu mulai teratur,  dan dudukmu mulai kaku seperti orang sembahyang.  Seperti ingin selaras dengan ombak  yang kian pasang,  napasmu kian panjang , hingga  di satu titik berubah memburu.

Terjadi gemuruh di lautan hatimu. Tiba-tiba kau melorot dari karang itu tersungkur menghujam pasir . Punggungmu berguncang.

Aku tahu apa yang terjadi, aku tau apa yang kautangiskan,  aku tau apa yang bisa menghiburmu, tapi cara itu masih jadi rahasia. Lalu kau berlari menuju ombak, membawa perasaan seberagam langit  saat senja antara  duka, murka dan cinta  yang entah harus dibuang kemana.  Saat itu kau ingin bergabung dengan rombongan awan  yang terhipnotis masuk kedalam rekahan ufuk barat.  Dan berenang saat  laut pasang mendadak menjadi pilihan yang masuk akal bagimu.

Ingin rasanya aku ikut berlari, berteriak agar kau kembali, mencengkeram bahumu agar kau tahu aku ada disini. Namun bahasaku tinggal rasa.  Dan entah bagaimana caranya agar rasa bisa bersuara jika raga tak ada lagi. Aku hanya ingin merengkuhmu . Adakah engkau tahu? Aku ada. Setahun sudah kau mencatat tanggal kepergianku, dan aku memang tak pernah kedalam bentuk yang kau harapkan.  Namun adakah engkau tahu? aku masih ada. Meski mendapatkanmu  seperti lawatan ke museum tempat segala keindahan dikurung etalase kaca hingga berlapis  saat disentuh. Aku tetap meras utuh.

Percayakah kamu? aku selalu ada. Ke dalam perasaan inilah engkau akan  bermuara. Ke dalam perasaan inilah kau akan pulang dan bertemu  aku lagi.  Dan perasaan itu dapat kau nikmati sekarang. Tanpa perlu mati. Sekarang.

Dengarkah kamu? Aku ada, aku masih ada. Aku selalu ada. Rasakan aku, sebut namaku  seperti mantra yang meruncing menuju satu titik untuk kemudian melebur, meluber dan melebar. Rasakan perasaanku bersama alam untuk menyapamu. Kayuhanmu tahu-tahu berhenti . Sudah jauh engkau pergi meninggalkan pantai, basah kuyup dan megap-megap. Namun kau tergerak untuk diam, merasakan ombak yang aneh  mengembalikanmu mundur. Semakin kuat kau mengayuh, kau malah semakin mundur ke pasir tempat kau melangkah tadi.  Perlahan kau berdiri, menatap laut dengan tatapan asing seolah itu pertemuan kalian yang pertama. Setengah mati telah kau lawan  lautan untuk mencari jawab  atas amarahmu kepada kematian, dan dengan sabar bagai ibunda menimang anaknya  yang meraung murka agar kembali tenang, lautan mengembalikanmu ke tepiannya. Seolah  berkata, belum saatnya.  Tempatmu di sana.  Kembalilah ke pasir tempat jejak-jejakmu tersimpan, kembali padanya  yang menantimu dengan senyum sayang.

Seberaneka warna langit senja, muncul aneka ekspresi pada  mukamu. Matamu berkca-kaca, bibirmu tersenyum, lalu kau mulai menangis sambil tertawa. Aku tahu apa yang kausadari, aku tahu apa yang kausyukuri, dan kini aku tahu cara berbicara denganmu.

Pesan ini akhirnya tiba. Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat. Akulah langit beragam warna yang mengasihimu lewat berbagai cara.  Engkau hanya perlu merasa  dan biarkan alam berbicara.

Air matamu bercampur dengan jejak air laut.  Tawa cerahmu bercampur dan sesengguk tangis. Namun matamu tak lagi bertanya-tanya. Hari ini kau akan pulang untuk makan malam, bercinta dengan yang kaucinta ditemani cahaya dan wangi lilin aromaterapi. Engkau tersenyum bersama segenap jiwamu, karena hari ini kita sama-sama mengetahui satu rahasia. cinta adalah aku, cinta adalah engkau, cinta adalah dia, dan cinta tak pernah mati. meski jasadku sudah.

dengan mulut setengah dibekap, kau membisikkan kata yang dulu pernah menjadi namaku "kirana.."

Kali ini kau mengucapkan tidak seperti perpisahan, bukan jumpa perpisahan, melainkan sebuah kesadaran. Rahasia kecil kita berdua : aku tahu engkau tahu aku ada.

#Dewi "dee" Lestari

Sabtu, 02 Februari 2013

Coklat

apa yang ada  dalam sebungkus coklat? sekecap rasa manis? atau lebih dari itu? lalu apa selanjutnya yang akan kau lakukan dengan coklat itu? kau makan? kau bagikan ke orang lain? dan apakah semua itu lewat begitu saja melalaui kerongkonganmu yang sunyi itu? dan akhirnya berakhir di tempat pembuangan di keesokan harinya?
aku tak tahu apa yang akan kau lakukan ataupun apa yang kau dapat dari sebungkus coklat dan aku pun lebih tidak perduli apa yang kau pikirkan.

sebelum kau makan coklat itu, aku ingin kau tahu. semua itu berarti lebih untukku, bukan hanya coklat. ada jutaan kata yang tersemat disitu, beribu perasaan yang menyumbat cerna, ada secerca perasaan yang kata orang itu adalah cinta, ada pula rindu yang terkemas dalam sebongkah rasa manis, dan ada aku yang terlipat halus diantara padatnya coklat dan kacang almond yang akan kau lahap. apa kau sadar?

2 menit berlalu
kini kau telah lahap separuh bagian dari coklat itu. lalu apa yang kau rasa dengan seperempat bagian itu?
kini biarkan aku terbaring di sana, di sisa separuh yang terkulai di hadapmu.
nikmatilah, adakah aku yang kau tangkap di setiap indera yang kau miliki?

aku belum bisa memberikanmu harta yang berlimpah untuk kau nikmati. Tapi aku selalu berusaha untuk memberimu, meski terkadang adalah hal-hal sepele. Seperti setiap waktu yang ku beri untukmu dan sesuatu lain yang mungkin masih kau ingat.

aku percaya bahwa kita telah dipertemukan dengan baik melalui desain holistik maha agung sehingga tak ada sejumput atau bahkan setitik kesalahan yang tersemat disana. segala sesuatu yang dirancang indah dan melalui prosesi rumit diluar logika.

3 menit telah berlalu, kini hanya tinggal serobek kertas pembungkus coklat yang tadi kau lahap. Kini tak ada lagi coklat itu sudah tidak ada lagi di hadapmu. Namun rasa cinta dan rinduku akan selalu ada disana, tepat di hadapmu. Dapatkah kau rasakan?

Kau tak perlu kuatir, bila engkau merindukan coklat-coklat itu ada lagi di hadapmu. Akan ku berikan, semua  yang aku miliki untuk mendapatkan coklat untukmu.


Numpang Lewat