Ini pengalaman pertama gue dalam dunia penge-blog-an. Gue gak pede, bingung mau nulis apaan di blog ini. Tapi kali ini gue coba nulis apa yang gue rasa.
Gue jatuh cintaaa (lagi).
Menurut gue, jatuh cinta adalah hal terabsurd yang pernah ada di dunia ini. Gak ada satu orang pun di dunia yang bisa nemuin cara orang satu dengan yang lain biar bisa jatuh cinta. Gak ada rumus-rumus khusus kenapa sih jatuh cinta itu bisa terjadi.
Jatuh cinta itu... simple, tapi justru kita sendiri yang buat gak simple lagi. Tiap hari mikirin si dia mulu, bentar-bentar ngirim sms ke dia padahal isi sms itu sendiri sungguh teramat tidak penting sebenarnya. 'Lagi apa?', 'Udah makan belum?', 'Cemungudh eah'.
belum lagi kalau lagi ketemu sama orang yang kita taksir, tiba-tiba kita jadi salah tingkah, bingung mau ngapain, gak konsen sama apa yang kita lagi kerjain, belum lagi muncul keringat dingin. Terus yang lebih parah, GALAU! yah inilah penyakit 'ganas' nomer kedua pemuda-pemudi Indonesia. kenapa nomer dua, karena yang nomer satu telah diduduki oleh penyakit Alay.
Otak kita terus menerus diforsir untuk memikirkan pemikiran-pemikiran tentang si dia yang sangat amat gak jelas dan terkadang kita sendiri pun gak tau itu datangnya darimana. 'Apa dia juga cinta gue?', 'Masa mau sih dia ama gue?', 'Dia udah punya pacar belum sih?'
kalimat-kalimat provokator itu terus menerus muncul di otak kita. Semacam permainan yang otak yang merusak otak kita.
Sebenarnya ada cara buat ngilangin penyakit galau itu, dengan ngungkapin perasaan itu ke si dia. Tapi apa ????bilang cinta itu seakan jadi kata tersulit yang pernah ada.
karena gue tergolong orang yang cupu, banyak temen yang ngasih saran 'Gimana nembak cewek'... Tapi apa, semua itu gak berhasil buat gue. Nyali gue ciut pas ketemu ama si dia. kalau gue ngeliat dia tuh kayak di film-film tau gak sih lo.Kalau dia masuk kelas tuh rambutnya kemana-mana kena angin sepoi-sepoi, terus dia nyisir rambutnya pake tangan. Nyali gue langsung ciut.
Terus ada temen gue ngasih saran lagi, Lo nulis aja tentang cinta.
Now, this is the problem. Gue takut menulis tentang cinta. You know, tulisan tentang cinta, adalah tulisan yang paling susah untuk ditulis. Karena, sangat susah menulis tentang cinta tanpa terlihat dangdut, corny, atau downright menya-menye. Gue gak ingin tulisan yang saya buat jadi terlihat seperti surat cinta mbak-mbak dan mas-mas pembantu rumah: “Kalau kamu jadi madu, aku jadi lebahnya.” Hoek. Atau, “Kalau kamu jadi kumbang, aku jadi sepedanya… sepeda kumbang.” Dobel hoek.
Gue jatuh cintaaa (lagi).
Menurut gue, jatuh cinta adalah hal terabsurd yang pernah ada di dunia ini. Gak ada satu orang pun di dunia yang bisa nemuin cara orang satu dengan yang lain biar bisa jatuh cinta. Gak ada rumus-rumus khusus kenapa sih jatuh cinta itu bisa terjadi.
Jatuh cinta itu... simple, tapi justru kita sendiri yang buat gak simple lagi. Tiap hari mikirin si dia mulu, bentar-bentar ngirim sms ke dia padahal isi sms itu sendiri sungguh teramat tidak penting sebenarnya. 'Lagi apa?', 'Udah makan belum?', 'Cemungudh eah'.
belum lagi kalau lagi ketemu sama orang yang kita taksir, tiba-tiba kita jadi salah tingkah, bingung mau ngapain, gak konsen sama apa yang kita lagi kerjain, belum lagi muncul keringat dingin. Terus yang lebih parah, GALAU! yah inilah penyakit 'ganas' nomer kedua pemuda-pemudi Indonesia. kenapa nomer dua, karena yang nomer satu telah diduduki oleh penyakit Alay.
Otak kita terus menerus diforsir untuk memikirkan pemikiran-pemikiran tentang si dia yang sangat amat gak jelas dan terkadang kita sendiri pun gak tau itu datangnya darimana. 'Apa dia juga cinta gue?', 'Masa mau sih dia ama gue?', 'Dia udah punya pacar belum sih?'
kalimat-kalimat provokator itu terus menerus muncul di otak kita. Semacam permainan yang otak yang merusak otak kita.
Sebenarnya ada cara buat ngilangin penyakit galau itu, dengan ngungkapin perasaan itu ke si dia. Tapi apa ????bilang cinta itu seakan jadi kata tersulit yang pernah ada.
karena gue tergolong orang yang cupu, banyak temen yang ngasih saran 'Gimana nembak cewek'... Tapi apa, semua itu gak berhasil buat gue. Nyali gue ciut pas ketemu ama si dia. kalau gue ngeliat dia tuh kayak di film-film tau gak sih lo.Kalau dia masuk kelas tuh rambutnya kemana-mana kena angin sepoi-sepoi, terus dia nyisir rambutnya pake tangan. Nyali gue langsung ciut.
Terus ada temen gue ngasih saran lagi, Lo nulis aja tentang cinta.
Now, this is the problem. Gue takut menulis tentang cinta. You know, tulisan tentang cinta, adalah tulisan yang paling susah untuk ditulis. Karena, sangat susah menulis tentang cinta tanpa terlihat dangdut, corny, atau downright menya-menye. Gue gak ingin tulisan yang saya buat jadi terlihat seperti surat cinta mbak-mbak dan mas-mas pembantu rumah: “Kalau kamu jadi madu, aku jadi lebahnya.” Hoek. Atau, “Kalau kamu jadi kumbang, aku jadi sepedanya… sepeda kumbang.” Dobel hoek.
Gue coba pake puisi, waktu itu gue terinspirasi banget sama karya puisi Shakespeare, judulnya A Lover's Complain :
From off a hill whose concave womb re-wordedA plaintful story from a sistering vale,
My spirits to attend this double voice accorded,
And down I laid to list the sad-tun'd tale;
Ere long espied a fickle maid full pale,
Tearing of papers, breaking rings a-twain,
Storming her world with sorrow's wind and rain.
Upon her head a platted hive of straw,
Which fortified her visage from the sun,
Whereon the thought might think sometime it
saw
The carcass of a beauty spent and done:
Time had not scythed all that youth begun,
Nor youth all quit; but, spite of heaven's fell
rage,
Some beauty peep'd through lattice of sear'd age.
lalu gue kirimin puisi-puisi itu lewat sms ke handphone si dia. Dengan pengharapan dia bakal seneng nerima itu dari gue dan ngira gue itu romantis.
Dia bales sms gue, gue seneng banget ngeliat ada sms dari dia.
Gue buka dengan penuh pengharapan. 'Lo ngomong apaan sih?'
Untuk kesekian kali usaha gue berbuah Nol besar. Gue hampir putus asa.
So, I’m gonna make this ultra-simple,
the most primitive form of telling how I feel: “I love you”.
And I love being with you! I love your giggle, your silly grin, your energetic story-telling (with your hands waving aroud), your sharp bitchiness. I love our awkwardness when our hands meet, and the fact we act it cool.Oh and I love the way you walk, the way you dance, the way you sing (god, the way you sing make angels sound like Doraemon!) and how you apply your personality in a paste. I love the look in your eyes when you showed me those MJ videos, Bruce Lee interviews, those reflective eyes, longing for perfection, filled with deep thoughts and ambitions. The ambitions that I share. The way of thinking that I understand. The unconventional person, you are. You are the odd-shaped jigsaw puzzle that I’m looking to fit. And you completed me.
Thus, when they ask me: why do you love her?
I can safely say: what is not to love?
So, I am welcoming you to my life.
Now, let’s do this together, love.
jadi diri sendiri. itu yang paling penting.
BalasHapussandiwara itu melelahkan :D
whahahaha
wkwkwkwkwk. senior pun datang :D :D
BalasHapus